Qurban di Balik Gunungan Sampah
Banyak yang tidak menyadari ada sebuah sekolah gratis dibalik gunungan sampah di daerah TPA Bantar Gebang, Bekasi. Dibalik gunungan sampah hingga bermeter-meter itu ada sebagian anak yang tidak mampu mengenyam pendidikan formal secara layak, dan sebagian besar adalah anak-anak para pemulung.
Maka dari itu ada sosok yang sangat inspiratif untuk menginspirasi banyak orang, beliau adalah pak Nadam bersama rekan-rekannya pada tahun 2006 mendirikan sebuah sekolah gratis ini untuk membantu anak-anak pemulung yang tidak mampu untuk bersekolah.

Sebuah kegiatan yang awalnya hanya sekolah alam kini menjadi sebuah yayasan yang cukup besar, tak hanya sekolah alam saja tetapi ada pesantren dan fasilitas asrama untuk santri-santrinya. Bahkan yang ikut bergabung tidak hanya kalangan anak-anak pemulung tetapi beberapa juga ada dari anak-anak yatim dan dhuafa.
Walaupun yayasan tunas mulia sudah ada donatur tetapi para pengurus tidak ingin hanya mengandalkan uang donasi sebagai penunjang operasional, maka dari itu dibuatlah sebuah lini bisnis untuk membantu mengurangi beban beban biaya operasional seperti peternakan dan perikanan.

Meski punya lini bisnis sendiri pada prakteknya tidak selalu berjalan mulus, dikarenakan sifatnya hanya pendukung operasional yayasan terkadang profit yang dihasilkan naik turun, sama halnya sebuah unit usaha pada umumnya.
Tahun 2026 Idul Adha jatuh pada bulan mei, dimana para santri juga ikut merayakan hari besar seperti kita, jika kamu ingin membantu adik-adik di Yayasan Tunas Mulia Bantar Gebang, kamu bisa memesan hewan qurban di Gonam dan disalurkan kesana. Karena Gonam sudah bekerja sama maka kamu tidak perlu khawatir masalah transparansi, semua proses pemotongan hingga penyaluran didokumentasikan secara lengkap.